Syekh Ataillah bertutur : ”Nur yang tersimpan dalam hati , datang dari cahaya yang langsung dari khazanah-khazanah kegaiban”
Nurul yaqin (cahaya keyakinan) yang tersimpan dalam hati hamba Allah yang arifin dan berkeyakinan teguh , datangnya dari khasanah kegaiban Allah Ta’ala. Alam semesta ini menjadi terang benderang karena cahaya benda-benda langit yang diciptakan Allah. Sedang cahaya yang menerangi hati manusia adalah nur dari sifat-sifat Allah. Cahaya yang nampak adalah bekas cahaya yang diciptakan Allah, dan cahaya yang tidak nampak adalah cahaya dari sifat-sifat Allah.
Syekh Ataillah melanjutkan lagi : Nur yang memancar dari panca inderamu, adalah berasal dari ciptaan Allah, dan cahaya yang memancar dari hatimu adalah berasal dari sifat-sifat Allah.
Saudaraku,Ada mata indera dan ada mata hati, mata indera bisa melihat apa yang diberikan cahaya oleh Allah berupa cahaya alam ini, sedangkan mata hati dapat melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh pandangan mata.
Allah SWT tidak bisa dilihat oleh mata karena mata ini terlalu lemah, melihat yang jauh saja tidak mampu begitupun untuk melihat yang sangat dekat,orang yang hatinya diberi cahaya oleh Allah ketika melihat sesuatu hatinya pun ikut melihat keagungan Allah,kita coba ambil contoh : ketika seseorang melihat kucing di jalan, hatinyapun ikut melihat dalam arti ikut merasakan keagungan Allah Yang Menciptakan kucing.
Maka orang-orang yang hatinya bersih, dia akan melihat alam ini berbeda dengan yang terlihat oleh mata , mungkin melihat ular matanya memandang jijik, tetapi orang yang hatinya sudah bersih, ketika melihat ular dirinya merasakan kekaguman kepada Allah yang menciptakan ular, melihat nyamuk mungkin orang gemas karena takut akan mengambil darahnya, tetapi orang yang sudah ma’rifat melihat nyamuk dia melihat bagaimana Allah memberi makan kepada makhluk-makhluknya.
Ada orang yang terpesona kepada boneka, dan dipujinya pabrik yang membuat bonekanya itu,”wah Jepang hebat ! bisa membuat boneka yang bagus, tetapi lain lagi dengan orang yang mata hatinya melihat ; mata melihat boneka dan hati melihat Allah.
Pertanyaannya, kenapa kita kagum kepada orang-orang yang membuat boneka, tetapi tidak kagum kepada anak yang memainkan boneka? seharusnya melihat boneka saja kagum, apalagi melihat anak-anak yang memainkan boneka, padahal anak-anak yang memainkan boneka itu bisa menangis, bisa tertawa, bisa makan,dan lain sebagainya sedangkan boneka ? tidak bisa apa-apa,sayang sekali pabrik boneka dipuji, tetapi Pencipta anak-anak yang memainkan boneka tidak dipuji.
Kalau saudaraku hatinya tertutup, maka dunia ini menakutkan ; melihat uang takut tidak kebagian,ketika sudah dapat justru takut hilang, tetapi orang-orang yang hatinya terbuka, Insya Allah tidak ada kerisauan tentang uang, tidak ada kerisauan tentang rezeki karena rezeki sudah pasti Allah yang membagikan, tidak akan pernah tertukar , tetapi begitulah karena hati belum yakin dan tidak beriman, lihatlah para koruptor yang mencuri uang rakyat. Kalau punya iman kenapa harus licik, rezeki sudah ada sebelum kita dilahirkan, tetapi begitulah orang-orang yang takut, padahal yang seharusnya kita takuti bukan takut tidak punya uang tetapi takut tidak punya jujur dan takut tidak punya syukur, takut tidak punya sabar, saudaraku gingatlan……. satu pulsa saja menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi itu sudah mencuri, statusnya sama mencuri pulsa, walaupun hanya satu pulsa.
Jika seseorang diberi ujian dengan sakit maka hikmah tubuh merasakan sakit, tapi hati mengenal dan mengingat dosa, mengingat yang lain ada yang lebih menderita. Karena ada yang sakit hanya pada sakit saja, tidak sampai kepada kesadaran bahwa sakit ini sebuah peringatan dari Allah SWT.
kepada rekan-rekan yang banyak bicara ,lebih baik memperbanyak dzikir daripada banyak bicara kecuali yang bermanfaat, orang yang beruntung itu adalah orang yang diingatkan di dunia ini, justru yang gawat adalah orang yang diberi kelancaran oleh Allah dalam maksiat.
Kalau ada pertanyaan, bagaimana kiat menjaga hati ini ?
langkah-langkahnya adalah pertama ; hindari maksiat karena maksiat itu menutupi hati, jika terlanjur berbuat maksiat di masa lalu bertaubatlah dengan menyesali, minta ampun, dan menjauhi apa yang menjadi jalan maksiat .
Langkah kedua adalah perbanyaklah membaca Al Quran karena akan menghidupkan hati.
Yang ketiga perbanyak Ilmu, karena tanpa ilmu tidak ada motivasi dan yang keempat cari lingkungan yang baik., bergaul dengan tukang minyak wangi terbawa harum, bergaul dengan pandai besi akan bau bakaran, bergaul dengan ahli mesum menjadi mesum, bergaul dengan ahli tahajud menjadi tahajud, bergaul dengan yang tidak merokok menjadi tidak merokok.Marilah kita rasakan apapun yang kita raba dengan indera membuat kita mengenal hikmah dibalik setiap kejadian yang ada, hati-hati menjaga diri.Tidak pernah menimpa kepada kita bencana kecuali hasil perbuatan sendiri.Wallahu’alam...
By: Aa
Nurul yaqin (cahaya keyakinan) yang tersimpan dalam hati hamba Allah yang arifin dan berkeyakinan teguh , datangnya dari khasanah kegaiban Allah Ta’ala. Alam semesta ini menjadi terang benderang karena cahaya benda-benda langit yang diciptakan Allah. Sedang cahaya yang menerangi hati manusia adalah nur dari sifat-sifat Allah. Cahaya yang nampak adalah bekas cahaya yang diciptakan Allah, dan cahaya yang tidak nampak adalah cahaya dari sifat-sifat Allah.
Syekh Ataillah melanjutkan lagi : Nur yang memancar dari panca inderamu, adalah berasal dari ciptaan Allah, dan cahaya yang memancar dari hatimu adalah berasal dari sifat-sifat Allah.
Saudaraku,Ada mata indera dan ada mata hati, mata indera bisa melihat apa yang diberikan cahaya oleh Allah berupa cahaya alam ini, sedangkan mata hati dapat melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh pandangan mata.
Allah SWT tidak bisa dilihat oleh mata karena mata ini terlalu lemah, melihat yang jauh saja tidak mampu begitupun untuk melihat yang sangat dekat,orang yang hatinya diberi cahaya oleh Allah ketika melihat sesuatu hatinya pun ikut melihat keagungan Allah,kita coba ambil contoh : ketika seseorang melihat kucing di jalan, hatinyapun ikut melihat dalam arti ikut merasakan keagungan Allah Yang Menciptakan kucing.
Maka orang-orang yang hatinya bersih, dia akan melihat alam ini berbeda dengan yang terlihat oleh mata , mungkin melihat ular matanya memandang jijik, tetapi orang yang hatinya sudah bersih, ketika melihat ular dirinya merasakan kekaguman kepada Allah yang menciptakan ular, melihat nyamuk mungkin orang gemas karena takut akan mengambil darahnya, tetapi orang yang sudah ma’rifat melihat nyamuk dia melihat bagaimana Allah memberi makan kepada makhluk-makhluknya.
Ada orang yang terpesona kepada boneka, dan dipujinya pabrik yang membuat bonekanya itu,”wah Jepang hebat ! bisa membuat boneka yang bagus, tetapi lain lagi dengan orang yang mata hatinya melihat ; mata melihat boneka dan hati melihat Allah.
Pertanyaannya, kenapa kita kagum kepada orang-orang yang membuat boneka, tetapi tidak kagum kepada anak yang memainkan boneka? seharusnya melihat boneka saja kagum, apalagi melihat anak-anak yang memainkan boneka, padahal anak-anak yang memainkan boneka itu bisa menangis, bisa tertawa, bisa makan,dan lain sebagainya sedangkan boneka ? tidak bisa apa-apa,sayang sekali pabrik boneka dipuji, tetapi Pencipta anak-anak yang memainkan boneka tidak dipuji.
Kalau saudaraku hatinya tertutup, maka dunia ini menakutkan ; melihat uang takut tidak kebagian,ketika sudah dapat justru takut hilang, tetapi orang-orang yang hatinya terbuka, Insya Allah tidak ada kerisauan tentang uang, tidak ada kerisauan tentang rezeki karena rezeki sudah pasti Allah yang membagikan, tidak akan pernah tertukar , tetapi begitulah karena hati belum yakin dan tidak beriman, lihatlah para koruptor yang mencuri uang rakyat. Kalau punya iman kenapa harus licik, rezeki sudah ada sebelum kita dilahirkan, tetapi begitulah orang-orang yang takut, padahal yang seharusnya kita takuti bukan takut tidak punya uang tetapi takut tidak punya jujur dan takut tidak punya syukur, takut tidak punya sabar, saudaraku gingatlan……. satu pulsa saja menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi itu sudah mencuri, statusnya sama mencuri pulsa, walaupun hanya satu pulsa.
Jika seseorang diberi ujian dengan sakit maka hikmah tubuh merasakan sakit, tapi hati mengenal dan mengingat dosa, mengingat yang lain ada yang lebih menderita. Karena ada yang sakit hanya pada sakit saja, tidak sampai kepada kesadaran bahwa sakit ini sebuah peringatan dari Allah SWT.
kepada rekan-rekan yang banyak bicara ,lebih baik memperbanyak dzikir daripada banyak bicara kecuali yang bermanfaat, orang yang beruntung itu adalah orang yang diingatkan di dunia ini, justru yang gawat adalah orang yang diberi kelancaran oleh Allah dalam maksiat.
Kalau ada pertanyaan, bagaimana kiat menjaga hati ini ?
langkah-langkahnya adalah pertama ; hindari maksiat karena maksiat itu menutupi hati, jika terlanjur berbuat maksiat di masa lalu bertaubatlah dengan menyesali, minta ampun, dan menjauhi apa yang menjadi jalan maksiat .
Langkah kedua adalah perbanyaklah membaca Al Quran karena akan menghidupkan hati.
Yang ketiga perbanyak Ilmu, karena tanpa ilmu tidak ada motivasi dan yang keempat cari lingkungan yang baik., bergaul dengan tukang minyak wangi terbawa harum, bergaul dengan pandai besi akan bau bakaran, bergaul dengan ahli mesum menjadi mesum, bergaul dengan ahli tahajud menjadi tahajud, bergaul dengan yang tidak merokok menjadi tidak merokok.Marilah kita rasakan apapun yang kita raba dengan indera membuat kita mengenal hikmah dibalik setiap kejadian yang ada, hati-hati menjaga diri.Tidak pernah menimpa kepada kita bencana kecuali hasil perbuatan sendiri.Wallahu’alam...
By: Aa


Comments :
Posting Komentar